Dalam sebuah perjalanan Yogya-Solo, bus yang ditumpangi KH Wahab Hasbullah berhenti di Klaten. Cuaca sangat panas, sehingga para penumpang merasakan suasana gerah.Untung
para penjual es segera datang. Mereka mengerumuni bus untuk menawarkan
dagangannya. Es yang dijual sebetulnya bukan es seperti zaman sekarang,
tapi hanya sejenis ‘cao’, sejenis minuman dari air sumur dengan diberi
sirup pemanis dari gula Jawa.Sirup-sirup itu selalu terbuka dan dikerumuni tawon-tawon. Maka tak jarang, beberapa tawon ikut masuk ke dalamnya.Mbah Wahab yang sudah kehausan memesan segera ikut memesan es. Tanpa
diteliti es tersebut langsung diminumnya.Selang
beberapa saat terasa ada yang aneh dalam lidahnya. Rupanya beberapa
ekor tawon ikut masuk ke dalam mulutnya. Cepat-cepat dimuntahkannya,
sambil kembali memesan pada penjual, “Malih nggih, mboten ngangge
tawon!” (segelas lagi, nggak pakai tawon!)

